ANGGARAN BELANJA KELUARGA
Biasanya uang menjadi penyebab perselisihan yang sering terjadi dalam kehidupan suatu keluarga. Memiliki uang sedikit hampir selalu menyebabkan timbulnya krisis dalam rumah tangga, dan apabila terlalu banyak uang juga bisa mengakibatkan gangguan fisik dan non fisik, antara lain susah tidur, penyakit jantung, darah tinggi, dll.
Kata orang pada umumnya bahwa uang bisa mendatangkan malapetaka, tetapi juga dapat menjadi alat pemersatu atau alat kerjasama sesame manusia.
Membelanjakan uang lebih mudah dari pada mengatur uang tersebut untuk dibelanjakan dengan penuh kebijakan. Seorang ibu rumah tangga akan menyadari untuk pertama kali, bahwa selama ini dia kurang berhemat, dan mengaku bahwa selama ini dia telah menuruti keinginannya yang tersembunyi. Seorang suami mungkin akan mengakui bahwa selama ini dia telah dan terlalu banyak menuntut dari isterinya, padahal uang gaji yang diberikan kepada isterinya hanya pas-pasan saja. Atau seorang anak yang sedang menanjak dewasa mungkin akan menyadari, bahwa ayah dan ibunya bukan bermaksud menghalang-halangi apabila dia tidak memperoleh uang saku yang cukup, ini semua akan terlihat apabila ada “anggaran belanja keluarga”
Dari pengalaman kita dapat menyimpulkan bahwa disamping adanya Anggaran Belanja Keluarga, dituntut pula pemahaman akan arti uang yang kita miliki. Hal ini mudah dipahami saat kita ingat bahwa “uang” pada hakekatnya adalah suatu “alat”. Tentang apa yang disebut “alat” kita semua tahu bukan ? Jadi setiap penggunaan “alat” kita selalu memerlukan pengetahuan-pengetahuan, sikap dan cara menggunakannya, bukan? Apabila tidak, maka jangankan orang akan mendapatkan manfaat, sebaliknya dan behkan akan bisa mencelakakannya.
MENABUNG
Seringkali menabung dilakukan oleh keluarga-keluarga dari hasil sisa uang belanja, Selayaknya bahwa arti menabung yang berarti menyisihkan sebagian uang pendapatan dengan jalan menghemat secara sehat dan dengan maksud untuk digunakan kelak dan dijadikan pegangan sebagai dana cadangan atau modal.
Tabungan merupakan hal yang paling hakiki dalam kehidupan keluarga. Menabung janganlah diartikan menyimpan uang sisa, tetapi sungguh-sungguh dari hasil penghematan yang dilakukan sebelumnya.
Oleh sebab itu pos tabungan merupakan pos yang mutlak atau sangat penting dan harus ada dalam anggaran belanja keluarga meskipun jumlahnya tidak banyak.